Gagasan ini ditulis Oleh Dian Wahyudi Anggota Fraksi PKS DPRD Kab.Lebak

Foto FB/Dian Wahyudi
Anggota Fraksi Pks DPRD Lebak

Kita bersyukur Destinasi Wisata di Lebak bermunculan dan menawarkan ke khasannya masing-masing, dari mulai wisata alam, baik gunung, laut, pantai, hutan, sungai, curug ataupun wisata budaya yang telah ada, seperti Adat Baduy, Kasepuhan Cisungsang. kita berharap, ke depan terdapat pula Destinasi Wisata baru untuk mendukung Destinasi yang telah ada, seperti Museum Multatuli ataupun event tahunan Seba Baduy atau berbagai Festival yang dipusatkan di kota Rangkasbitung.

Hari ini saya mencari inspirasi, menuju Menes Pandeglang, adalah Ibu Eneng Kadis Pariwisata Banten, yang menginformasikan adanya Pasar Kaulinan. Saya datang jelang dzuhur, hujan lebat turun sejak saya memasuki Mengger Pandeglang, bersyukur memasuki Menes hujan reda, tanah masih basah, sesampainya di pasar kaulinan saya sholat di Masjid Baitul Hamdi, masih di areal yang sama.

Selepas sholat, saya menuju deretan penganan yang dijajakan, maklum belum makan siang, ternyata hanya menyediakan panganan lokal, dll, tersedia kue balok, ada pula kopi kupu-kupu, ternyata cukup diminati disini. Walaupun ditingkahi hujan, pengunjung cukup ramai. Bersyukur saya dapat berjumpa dengan Ibu Eneng dan ngobrol sebentar, berbagi inspirasi, untuk selanjutnya beliau menuju panggung terbuka untuk menyiapkan acara.

Wisata Kaulinan dan Kuliner di Lebak seperti di Menes ini, sepertinya akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, terutama dapat menjadi inspirasi untuk Desa yang tidak memiliki Destinasi Wisata Alam.

Harapannya, ke depan tempat semacam Pasar Kaulinan ini digagas dan dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang saat ini kekurangan kawasan untuk melestarikan permainan tradisional, juga tempat melakukan kegiatan seni dan budaya, serta menampilkan kuliner lokal agar tetap eksis.

Tidak menutup kemungkinan dapat pula diselenggarakan festival kaulinan dan kuliner, dimana sejumlah kalangan masyarakat, terutama anak TK hingga SMP dari beberapa wilayah di Lebak dan sekitarnya terlibat dengan menampilkan beragam permainan rakyat. Pengunjung juga bisa memanfaatkan momen untuk berswafoto di spot kreatif.

Dapat pula berinteraksi dengan alam, dengan ikut nandur, membajak sawah, memandikan kerbau serta ngabuat, aktifitas bertani bersama masyarakat, serta ngala lauk di balong.

Kawasan destinasi wisata ini didedikasikan untuk aktifitas berbagai atraksi seni, budaya dan pariwisata yang lebih lengkap, yang kemudian dinikmati oleh seluruh masyarakat Lebak.

Saya optimis gagasan ini dapat berjalan sesuai harapan. Bercermin, pada pasar digital Pasar Kaulinan tadi, yang saat ini menjadi destinasi wisata baru, para wisatawan kuliner sekaligus menikmati spot kreatif ala milenial. Tak perlu malu, kita dapat melakukan prinsip ATM dalam mewujudkan ide ini : Amati, Tiru dan Modifikasi.

Mayoritas pengunjung didominasi anak muda, juga orangtua yang membawa anggota keluarga besar. Karena segmentasi wisata ini cocok bagi keluarga. Namun tidak jarang juga para pengunjung dari kalangan muda-mudi yang memanfaatkan swafoto di wisata tersebut. Untuk pengunjung tak pernah sepi. Setiap pekan, pasar ini menyuguhkan berbagai event untuk memanjakan pengunjung. Pengelola pasar kaulinan menggelar lomba permainan tradisional, seperti egrang, juga menggelar beragam makanan lokal.

Konsep pasar digital merupakan pasar tradisional yang dipadukan dengan digital untuk sarana promosinya. Salah satunya menghadirkan spot swafoto yang banyak digandrungi wisatawan milenial. Ke depan, hal ini dapat menguji kreatifitas kita, dengan menampilkan beragam spot swafoto. Promosi digital ini menampung anak muda yang ingin eksis dengan latar fotografi background unik. Menarik….. aktifitas pasar ini cukup banyak memberikan edukasi bagi anak-anak zaman now.

Kaulinan barudak (permainan tradisional anak), esensinya bukan permainan yang hanya sekedar untuk bersenang-senang, akan tetapi merupakan bagian dari ethno paedagogik dan pendidikan budi pekerti yang di dalamnya mengandung benih pelajaran kedisiplinan, kepercayaan diri, kehidupan bersama, kepekaan sosial, bahkan yang terpenting adalah adanya muatan akhlak budaya. Akhlak budaya menjadi penting, karena inilah salah satu pilar yang akan membentuk karakter anak di masa depan sebagai manusia sosial dan religius.

Perkembangan sosial-budaya yang sangat cepat, telah menyebabkan ruang-ruang kaulinan barudak menjadi sangat sempit. Anak-anak kini telah kehilangan hak-haknya dan tidak cukup memiliki ruang bermain yang ramah dan membuatnya betah tinggal. Ruang sosial bagi anak-anak itu sudah tidak ada lagi. Dahulu masih banyak tanah lapang, tempat anak-anak bermain dan bernyanyi bersama. Kini tanah itu berangsur-angsur hilang, baik oleh gencarnya pembangunan pemukiman yang sempit ataupun yang lainnya. Ada ratusan permainan anak-anak yang masing-masing punya cara dan teknik pembuatan dan permainannya. Beberapa di antaranya berkaitan dengan keterampilan secara individu dan kelompok, misalnya gatrik, peperangan, egrang, paciwit-ciwit lutung, oray-orayan, dan sebagainya.

Prinsip ATM atau Amati, Tiru dan Modifikasi, yang saya sebutkan di atas merupakan hal yang mungkin kita lakukan, sebuah prinsip yang sudah populer, sebuah strategi yang bisa dilakukan tanpa mengurangi kreatifitas, berpikiran fresh serta menyediakan sesuatu yang lebih unik.

Amati, mengamati hampir sama dengan menganalisa serta menyimpulkan hasil pengamatan untuk dijadikan referensi di langkah selanjutnya, juga bisa mendefinisikan mengamati dengan riset kecil-kecilan, juga bisa dijadikan sebagai langkah untuk evaluasi.

Tiru, meniru tanpa keprofesionalisme bisa mengakibatkan fatal karena kita akan dicap peniru, plagiat bahkan bisa dengan kata pencuri ide, dalam meniru, kita perlu perhatikan tentang etika dan hukum yang berlaku. Setidaknya, kita sudah bisa menghemat waktu, energi dan dana untuk menemukan ide baru.

Selanjutnya Modifikasi, kita harus tetap memberikan sentuhan yang berbeda pada ide kita agar jauh dari kesan meniru. Karakter, sumber daya, gaya serta kondisi lainnya harus memberikan warna dan sentuhan berbeda. Selain itu, sentuhan modifikasi akan memberikan, menawarkan kesan segar dan baru.

Tidak kalah penting, dalam memulai apapun adalah berproses. Bersinergi dengan semua pihak, semoga gagasan ini mendapat sambutan positif, terutama pengembangan gagasan dan aksi tindak lanjut, termasuk dalam menentukan lokasi lahan yang strategis, serta berbagai sarana dan prasarana penting lainnya.

Sumber FB Resmi: Dian Wahyudi, Anggota Fraksi PKS DPRD Kab.Lebak


 

Logo Bonceng Indonesia
 

JAKARTA_ Pada tanggal 28 Oktober 2018 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Aplikasi BONCENG sudah merekrut para calon drivernya dan juga Bonceng Sudah dikenalkan atau diluncurkan pada tanggal 10 November 2018 yang bertepatan dengan HARI PAHLAWAN  

Sejak membuka pendaftaran untuk calon driver 28 oktober lalu, kini Bonceng sudah memiliki kurang lebih 2.000 pengemudi baik untuk kendaraan Roda dua maupun Roda empat.  

APLIKASI BONCENG adalah Aplikasi Ojek Online yang dibuat oleh anak negeri atau buatan Dalam Negeri yang siap bersaing dengan penyedia jasa Transportasi online pendahulunya,dimana layanan jasa transportasi ini bisa diakses melalui Smartphone. Adapun Perbedaan antara Bonceng dengan Ojol Lainnya ialah ; 

  • Bonceng membebaskan Segala potongan atau beban biaya transaksi kepada pengemudi,hal ini membuat keistimewaan tersendiri untuk para drivernya.
  • Bonceng memiliki tarif yg berbeda dengan aplikasi lainnya,dimana tarif tersebut yang dikenakan bukan per kilometer perjalanan akan tetapi harga Cluster berdasar radius jarak yang dikelompokkan dalam beberapa Harga bulat, Mulai dari Rp.5.000,Rp.10.000,Rp.15.000 dst.
  • Dalam tujuh hari kedepan dengan Aplikasi Bonceng,Konsumen dapat memesan layanan penjemputan sesuai dengan waktu yang diinginkan.
  • Untuk Meningkatkan keamanan,Bonceng memiliki Panic Button dengan icon lonceng,Guna tombol ini ialah ketika Terjadi sesuatu terhadap konsumen, Konsumen tinggal menekan tombol tersebut,Tombol panic Button langsung terkoneksi dengan Kantor polisi,layanan ambulan,Hingga kontak kerabat terdekat.
  • Adapun Layanan Aplikasi Bonceng yang sudah bisa beroperasi antara lain ; Bonceng Motor dan Bonceng Mobil, Bingkis (Layanan antar Paket). Sedangkan untuk Layanan Bungkus (Layanan antar Makanan) masih belum bisa beroperasi.

  Itulah informasi Layanan Jasa Transportasi Online baru yaitu Aplikasi BONCENG yang siap Untuk melayani Warga Jakarta. Untuk yang ingin mencobanya Silahkan Download disini


Ilustrasi ; Ig :@Rudiansyahachmad08
 

BANTEN_Untuk mewujudkan sebuah stadion yang bertarap internasional di Banten. Dikabarkan bahwa Pemprov Banten telah menyiapkan Dana milliaran rupiah. 

Menurut Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Banten, HM Yanuar. Pemprov Banten telah menyediakan kurang lebih Rp 98 miliar guna dialokasikan ke pembangunan seperti Pagar,jalan akses dan Fondasi stadion.

“Tahun ini dianggarkan Rp 16 Milliar untuk pagar dan jalan akses masuk.Tahun depan akan dianggarkan Rp.80 milliar untuk Fondasi utama stadion,”kata HM Yanuar dilansir dari bantennews.co.id 

Ucap Beliau,Pembangunan Stadion yang bertaraf internasional ini akan memakan waktu yang tidak sedikit mengingat berkapasitas 30 ribu penonton dan luas tanah yang akan digunakan mencapai 60 hektar. Maka dari itu,Pemprov Banten sudah merencanakan untuk membangun stadion ini secara bertahap hingga diyakini selesai pada tahun 2021. 

“Tahap Awal ini bangun Stadion nya dulu”lanjutnya. Beliau menuturkan setelah pembangunan stadion Pemprov Banten melanjutkan dengan membangun Area Sport center. Oleh karena itu, Pemprov Banten telah menyiapkan rencana Pengajuan APBD pada tahun 2020 sebesar Rp.628 milliar dan Rp. 281 milliar ada tahun berikutnya.

“Nanti setelah tahun 2019 Pembangunan Jalan Provinsi selesai,anggaranya akan dialihkan untuk Area Sport Center.Jadi anggaranya bisa lebih besar,”imbuh HM Yanuar. 

Selain itu disisi lain,Yanuar pun mengungkapkan bahwa Pembangunan Stadion tidak hanya mengandalkan Dana dari APBD saja,dirinya mengutarakan akan menjalin kerjasama dengan pihak Perusahaan demi untuk merealisasikan Hal Tersebut. “Venue-venue lainnya yang nilainya kecil,nanti bisa bertahap dan juga bisa dikerjasamakan dengan Badan usaha”Tambahnya.  

Demikian Info Hari ini,Semoga apa yang akan direncankan oleh Pemprov Banten segera Terwujud dan terealisasi.


Lebak – Sebanyak 21 dari 77 negara yang mewakili organisasi pembangunan internasional, badan-badan PBB, lembaga pemerintah, akademisi hingga organisasi masyarakat sipil dari berbagai manca negara akan mengunjungi Kasepuhan Karang desa jagaraksa kecamatan muncang Kabupaten Lebak pada tanggal 21 – 23 September 2018.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka diskusi reforma agraria dan global land forum (GLF) 2018 yang akan diselenggarakan di Gedung Merdeka, Bandung pada 22 – 27 September 2018.Forum pertemuan ini merupakan putaran ke-8 setelah sebelumnya diselenggarakan di Roma, Italia (2003), Santa Cruz, Bolivia (2005), Entebbe, Uganda (2007), Kathmandu, Nepal (2009), Tirana, Albania (2011), Antigua, Guatemala (2013), dan terkahir di Dakkar, Senegal (2015). 

Sebelum menghadiri momentum penting bagi semua pihak untuk mendiskusikan berbagai isu mengenai pertanahan, reforma Agraria, pembangunan perdesaan, masyarakat adat, Perempuan, nelayan, HAM dan perubahan iklim di Bandung nanti, para delegasi ini akan saling belajar dan berbagi pengalaman serta mencari solusi mengenai hak atas tanah salah satunya di Kasepuhan Karang.

Selain Kasepuhan Karang, peserta GLF juga akan mengunjungi beberapa tempat diantaranya Tanjung Karang Jawa Barat, Pulau Pari Kepulauan Seribu dan Maros Sulawesi Selatan.Segala bentuk persiapan telah diupayakan pemerintah kabupaten lebak sebagai daerah  yang akan dikunjungi oleh peserta GLF 2018 dari berbagai manca negara itu.

Dukungan infrastrukur menuju lokasi akan segera dilakukan perbaikan dan pemeliharaan, serta pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung tersedia sarana dan prasarana medis sekaligus tenaga medis dan paramedis, mengingat perbedaan iklim cuaca dan konsumsi makanan yang berbeda dari negara asalnya masing-masing.

Kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam memimpin rapat persiapan kunjungan GLF 2018 di Aula Multatuli Sekretariat Daerah, Rabu (5/9/18) Selain kesiapan infrastuktur dan kesehatan, Bupati Lebak juga mengintruksikan kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah untuk terlibat langsung dalam menyambut tamu negara sesuai dengan bidangnya masing-masing. 

“Selain infrastuktur dan kesehatan, Sarana air bersih, keamanan, jaringan listrik, peta lokasi wisata, produk UKM, pertanian dan Ketahanan Pangan, kesenian budaya dan lainnya juga sedang dipersiapkan guna memberikan kesan baik kepada para tamu negara.” tambah Bupati Ibu Iti Octavia.

Wahyubinatara perwakilan Rimbawan Muda Indonesia (RMI) sebagai pelaksana kunjungan peserta GLF 2018 ke Kasepuhan Karang menjelaskan Tema-tema yang dibahas dalam GLF selalu memperdalam masalah di tingkat global, yang dihadapi, solusi yang ditawarkan komunitas global sekaligus memberi ruang alternatif atas jawaban-jawaban yang telah tersedia. Wahyu juga menyampaikan, bahwa pada tanggal 20 September 2018 peserta GLF tiba di Indonesia dan menginap di Jakarta, esok harinya (21/9) peserta GLF bergegas ke Lebak dan di terima Bupati Lebak beserta Jajaran sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi pembelajaran Kasepuhan Karang.

“Peserta akan bermalam di Jakarta, kemudian melakukan perjalanan dengan kereta api ke Rangkasbitung, kemudian dilanjutkan dengan bus dan mini-van ke Kasepuhan Karang.” Kata WahyuWahyu meneruskan, peserta akan tidur di rumah-rumah penduduk dengan Kamar mandi dalam ruangan memiliki shower air dingin, kloset duduk ada juga dengan kloset jongkok.

Sumber : SetdaLebak.


Salah satu alasan masih banyak orang yang belum mengurus Sertifikat Tanahnya lebih karena takut biaya pembuatan sertifikat tanahnya mahal. Untuk itulah Pemerintah selalu mengimbau masyarakat untuk mengurus pembuatan sertifikat tanah langsung ke Badan Pertanahan Nasional.   Imbauan ini ditujukan guna menghindari masyarakat dari pungutan liar (pungli) saat mengurus pembuatan sertifikat tanahnya. Seluruh besaran biaya layanan pertanahan pun telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015, tentang jenis Penerimaan Negara bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.  

  Kasus penipuan dalam hal pengurusan sertifikat tanah hingga kini memang masih kerap menimpa masyarakat. Terutama bagi mereka yang awam soal prosedur pengurusan pembuatan sertifikat tanah. Bahkan sampai ada yang mengaku dikenai biaya Rp1 juta untuk pembuatan sertifikasi tanah. Padahal, menurut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) biayanya hanya Rp50 ribu saja.

Untuk itu,kami akan memaparkan Informasi Seputar Sertifikat Tanah,  berikut dengan simulasi Biaya, dan Contoh Perhitungan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah.

Simak selanjutnya Artikel berikut ini.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mengimbau masyarakat untuk mengurus sertifikat tanah langsung ke Badan Pertanahan Nasional. Sehingga diharapkan masyarakat mengetahui sendiri biaya pembuatan sertifikat tanah.   Selain itu, hal ini juga ditujukan guna menghindarkan masyarakat dari pungutan liar (pungli) saat mengurus sertifikat tanah. Seluruh besaran biaya layanan pertanahan pun telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015, tentang jenis Penerimaan Negara bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Simulasi Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah.

Untuk Anda yang baru saja membeli sebidang tanah dan hendak membuat sertifikat hak miliknya, mempelajari cara hitung yang berlaku sangat dibutuhkan. Manfaatnya sudah tentu, untuk terhindar dari praktik birokrasi yang menyengsarakan.

Namun sebelum memasuki tahap simulasi, ada baiknya Anda mengenal lebih dalam tentang layanan yang dihadirkan Pemerintah untuk mengurus tanah.  

Merujuk dasar hukum PP No 13/2010 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di BPN, berikut rinciannya:   Jenis Pelayanan (Pasal 1)Pelayanan Survei, Pengukuran dan Pemetaan Pelayanan, Pemeriksaan Tanah, Pelayanan Konsolidasi Tanah Swadaya,Pelayanan Pertimbangan Teknis Pertanahan, Pelayanan Pendaftaran Tanah, Pelayanan Informasi Pertanahan, Pelayanan Lisensi,Pelayanan Pendidikan,Pelayanan Penetapan Tanah Objek Penguasaan Benda-Benda Tetap Milik Warga Negara Belanda (P3MB)Pelayanan dibidang pertanahan yang berasal dari kerjasama dengan pihak lain.

Tarif Pelayanan, Pelayanan Pengukuran (Pasal 4 ayat 1) Luas Tanah sampai 10 hektar, Tu = ( L / 500 × HSBKu ) + Rp100. 000,-Luas Tanah di atas 10 hektar s/d 1.000 hektar, Tu = ( L / 4.000 × HSBKu ) + Rp14. 000.000,-Luas Tanah di atas 1.000 hektar, Tu = ( L / 10.000 × HSBKu ) + Rp134.000.000, Pelayanan Pemeriksaan Tanah (Pasal 7 ayat 1) Tpa = ( L / 500 × HSBKpa ) + Rp350.000,-Pelayanan Pendaftaran Tanah (Pasal 17 ayat 1 dan lampirannya)Pendaftaran untuk pertama kali Rp50.000,-Biaya Transportasi, Konsumsi dan Akomodasi (TKA – Pasal 20 ayat 2)Biaya TKA, ditanggung sendiri oleh Pemohon biaya Sertifikasi Tanah.    * Tu (tarif ukur), L (luas tanah), HSBku (harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran), HSBKpa (Harga satuan Biaya Khusus Panitia Penilai A), HSBKpb (Harga Satuan Biaya Khusus Panitia Penilai B).

Contoh Perhitungan Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah. 

Anda membeli sebidang tanah seluas 300 M2 di Jakarta Barat dengan harga jual Rp200 Juta. Sebagai perkiraan kasar Anda dalam menyiapkan dana, inilah simulasi hitungnya;   Biaya pengukuran Tu = (300/ 500 × Rp80.000) + Rp100.000 = Rp148.000,- Biaya pemeriksaan tanah Tpa = (300/500 × Rp67.000) + Rp350.000 = Rp390.000,- Biaya pendaftaran tanah pertama kali Rp50 ribu. Jumlah: Rp148.000 + Rp390.000 + Rp50.000 = Rp588.000.

Nominal ini wajib disetor langsung ke kantor BPN setempat (sesuai lokasi tanah berada). Biaya transport dan makan petugas pengukur sebesar Rp250 ribu, masuk ke kantong pribadi petugas (contoh).BPHTB : NPOP – NPOPTKP = 5 % × NPOPKP Rp200.000.000 – Rp60.000.000 = Rp140.000.000 × 5 % = Rp7.000.000. Jumlah ini disetor langsung ke bank Pemerintah.

Catatan: BPHTB adalah biaya yang harus dilunasi sebelum sertifikat tanah diterbitkan.

Keterangan:
HSBKu yang berlaku = Rp80.000,-HSBKpa yang berlaku = Rp67.000,-NPOPTKP khusus DKI Jakarta Rp60.000.000,- Hasil dari simulasi di atas dapat menjadi perkiraan Anda ketika hendak mengurus sertifikat tanah langsung ke BPN. Angka ini tentu bisa naik menjadi dua kali lipat, bila Anda menggunakan jasa calo dalam pengurusannya.

Syarat Pembuatan Sertifikat Tanah.

Persyaratan. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup Surat Kuasa apabila dikuasakan Fotocopy identitas (KTP, KK) pemohon dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket Bukti pemilikan tanah/alas hak milik adat/bekas milik adat Foto copy SPPT PBB Tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket dan penyerahan bukti SSB (BPHTB)Melampirkan bukti SSP/PPh sesuai dengan ketentuan Waktu 98 (sembilan puluh delapan) hari  

*Keterangan
Formulir permohonan memuat :
Identitas diriLuas, letak dan penggunaan tanah yang dimohonPernyataan tanah tidak sengketa pernyataan tanah dikuasai secara fisik.

Sekian. Mudah-mudahan Postingan ini bermanfaat untuk Kita Semua.

Sumber Artikel : Fathia Azkia adalah Editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan nya, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.comatau melalui Twitter:@fathianyaaa

Arsip

Add to Google Reader or Homepage

Powered by  MyPagerank.Net

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.197 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: