Coretan kecil untuk negeriku tercinta.tercipta dalam kata sebuah rasa bangga.
Hari itu,dengan membawa sang saka Merah Putih.Aku berlari lebih kencang dari biasanya.tubuhku seakan melayang diudara,kecepatanku bagaikan kilatan petir yang membelah pohon paling tinggi.Disisi-sisi hutan yang asri,aku berlari tiada henti,melewati rawa-rawa yang seram namun penuh keindahan,pedesaan-pedesaan yang unik,sawah dengan padinya yang mulai menguning.Aku terus berlari,menyusuri jalan setapak,jalan itu biasa dilalu oleh kerbau-kerbau pak tani yang hendak pulang dari pengembalaanya.Manusia-manusia yang kutemuai saat itu,..terlihat sangat ramah,senyum-senyum termanis semua terarah padaku.sesekali orang yang kutemuI berteriak dengan Lantang “MERDEKA”.Dengan nafas yang panjang aku pun menyambut teriakan itu,dengan kata Yang sama “MERDEKAAAA”.

Seiring berjalannya waktu.sampailah pada saat tujuanku.kini,aku berdiri diatas bukit yang paling tinggi.nafasku masih tetap panjang,semangatku masih tetap berkobar.aku merasa roh-roh suci para pejuang bangsa sedang berada dijiwaku saat itu.
Kutancapkan sebuah tiang yang kekar,seketika Berkibarlah sang saka Merah Putih.Dengan penuh rasa bangga dan nyata ku kupekikan sebuah Kata “MERDEKA”.

Nafasku masih panjang.Ku ambil secarik kertas dari kantong celanku.kulihat goresan-goresan indah,dengan sebuah kata-kata yang penuh kekagumanku akan Bangsa INDONESIA.
Dengan suara yang Lantang namun berirama.ku bacakan sebuah puisi hasil kaya ciptaku.

DIBAWAH KIBARAN SANG SAKA MERAH PUTIH.

“..Dari atas bukit yang menjulang tinggi.
Di bawah kibaran sang saka Merah Putih,
Ku Teriakan sebuah kata ” MERDEKA,…MERDEKA,..MERDEKA”
Suarauku Lantang sejauh mataku memandang.

Di Bawah Kibaran sang saka Merah Putih.
Ku nyanyikan sebuah Lagu INDONESIA Raya
Mendayu-Dayu Hingga merasuk sukma jiwa.
Terdengar merdu keseluruh penjuru dunia,
Terdengar pula dari Sabang sampai merauke,
Dengan nyanyian yang sama,
yaitu,…INDONESIA RAYA.


Dari atas bukit yang menjulang tinggi.
Di bawah kibaran sang saka merah putih,
Kulihat alam raya negeriku.
terpesona,begitu nyata,indah dipandang mata.
Terlihat hijaunya hamparan hutan-hutan Luas,
terlihat jelas pasir-pasir pantai yang eksotis,
terdengar suara musik yang beragam,terdengar pula
bahasa yang berbeda.
Tarian-tarian yang mengagumkan dan beragam
Budaya-Budaya anak bangsa yang penuh makna,
semua itu tetap satu jua.

“INDONESIA”.

Terdengar…dan Terasa…
Dari atas bukit yang menjulang tinggi
di bawah kibaran sang saka Merah putih.
Burung-Burung berkicau Lebih riang,
seakan mereka nyaman dinegeriku.
Hembusan angin yang sejuk,Langit biru nyari tanpa awan
seakan senang menaungi Bangsaku.

Tapi,..
Dari atas bukit yang menjulang tinggi
di bawah kibaran sang saka merah putih
Terlihat pula kerikil-kerikil tajam nan kejam.
kotoran-kotoran yang membuat debu diBangsaku,
Percikan-percikan api yang sedang berkobar diantara tuan-tuan.
udara-udara hitam yang mulai membesar,
Para Tuan-Tuan yang Mulai berkoar dengan segala kemampuan,
itu semua tak luput dari mataku.

Hey Bung,..
jangan diam,dan jangan takut.
ketika kawan atau Lawanmu berTanya,..
apa yang Membuatmu bangga dengan negara Indonesia,..?
Dengan Lantang,jawablah hingga kawan dan Lawanmu tak mampu
bertanya kembali,dan buat lah dia ragu akan negaranya sendiri.

Hey Bung,..katakanlah kepada ,….

INDONESIA..,
Jangan menangis dikala mimpi-mimpimu
Digerogoti oleh rayap-rayap buas.

INDONESIA..,
Jangan Menangis dikala Mimip-mipimu
Terhambat oleh cecunguk-cecunguk serakah

INDONESIA..,
Tersenymlah engkau,..
Karena masih ada anak bangsa…,
Masih ada yang membuat namamu harum diseluluruh negeri
Masih ada putra-putri terbaik yang bisa Membuatmu disebut “Macan Asia”
Masih ada putra-putri bangsa yang mampu membangunkan Garuda terbang lebih tinggi
Membuat sayap-sayapnya mengepak lebih kencang.
Masih ada calon-calon Tunas bangsa yang brilian
Yakinlah negeriku,..semua itu masih ada disini.

INDONESIA
Tenanglah engkau,..
Meskipun banyak manusia yang memanfaatkanmu,..
Yakinlah mereka hanya segelintir kerikil kecil
Rakyatmu,..putra-putrimu
Siap untuk menyampu,
Membasmi,
Bahkan menenggelamkan kerikil itu
Hingga tertelan bumi dan terlumuri darah suci para pahlawan bangsa “
.

Itulah akhir puisiku,dengan doa’a yang tulus untuk negeriku tercinta.
Matahari sudah hampir tenggelam,Dengan Rasa yang penuh kebanggaan,aku bergegas menuruni bukit yang tinggi.Dengungan suaraku,Masih terngiang jelas ditelingaku.wajah yang penuh harap dan senyum penuh keikhlasan mengiringi langkahku menuju perkampungan dimana aku tinggal.

oleh.Anex curut.Hari yang panjang. 1 Agustus 2010.

nb.

Mohon maap jika ada kata yang kurang berkenan untuk para pembaca.Puisi diatas saya rangkai dengan ilustrasi cerita.puisi ini saya ikut sertakan di Gelar Puisi Aku Cinta Indonesia