Sederhana,tapi istimewa,.
Keindahan Langkah kakimu membuatku ragu,
ragu untuk menghampiri,dan bertanya,”siapakah dirimu,..?”.
terpaan angin sore,menggoyangkan ujung-ujng rambut elokmu.
pancaran putih dari kulitmu,menyilaukan semua yang ada.
“ayu wajahmu,sorot mata yang meneduhkan jiwa “.
Membuatku bertekad ingin mengenalmu.

Aku melangkah kan kaki,dengan perasaan ragu,namun,rasa ingin tahuku membunuh semua hal yang tak mungkin saat itu.
Saat aku berhenti dihadapan,dan menghentikan langkah indahnya.
Seketika,akuterdiam,mataku seakan terkena debu-debu jalan,karena aku tak mampu memandanginya,raut wajahku tegang.
Tubuhku terpaku,aliran darahku terasa begitu deras,suhu tubuhku berubah-ubah tak menentu,.
“ada apa denganku,…!”,pikirku.

Masih terdiam,tak bisa berkata,tak mampu memandang wajahnya,namun,kakiku enggan bergeser untuk memberikan laju jalannya yang kuhentikan tadi.”kenapa bisa begini,..?”,aku ingin protes pada diriku sendiri.
Langkah tegas telah aku ambil,dan harus aku teruskan.Masih keadaan yg tak menentu,aku menjulurkan tangan kearahnya,..aku berkata..”
heeiii,..boleh kenalan,..?”.Saat itu pula kuberanikan diri untuk memandang wajahnya,.meskipun menyejukan,namun aku yang tak bisa bohong,bahwa aku telah kalah,”tak berani memandnginya”.
aku ingin sekali berlari,mencari sebuah cermin atau mungkin Kubangan air,aku ingin melihat warna wajahku,karena saat itu,aku merasakan sesuatu hal ada yg berubah pada wajah ini.

Dengan senyum yang termanis yg pernah aku lihat,dia membalas uluran tanganku,”aku Mira”,jawabnya.
…”ya,..tuhan,.dia tersenyum dan membalas pertanyaanku..!”.
Aku merasa seperti seorang yang paling beruntung,seperti seseorang yang habis mendapatkan sebuah lotre bernilai ratusan juta,atau mungkin lebih dari itu perasaaanku saat itu.

Tidak sampai disitu,kondisi mulai kondusip,aku mulai nyaman,urat-urat yangg tegang kembali seperti sedia kala,.”baru pindah kekampung ini,ya Mir,,..?”,tanyaku.
masih dengan tersenyum,dia jawab,”iya”.
.”owh,.”,sergahku,yang mulai bisa tersenyum manis,semanis yg pernah kulihat ketika bercermin.
Dia ,”Mira”,dangan ramah berkata,”maap ya,aku mau pulang dulu,..”,seketika,aku tersadar,bahwa aku telah menghalangi jalannya.Mendengar ucapannya,aku bergegas geser kearah samping,”ooh,..iya,silahkan..”.kataku.
Dia Berjalan meninggalkanku,aku tersenyum,Mataku tak mau mengalihkan pandangannya,selain kearah tubuh yang terlihat ramping,dibalut oleh busana yg sederhana namun indah,uraian rambutnya dan kaki indanya,melengkapi sudah bahwa wanita itu,sungguh mempesona.
“heeii…bolehkah kita bertemu lagi,..?”,aku berteriak kearahnya.
Mira hanya melirik,dan tersenyum.dan aku yakin,itu tanda,bahwa jawabnya,”iya”.

by.anex curut.