Dear ,” Mom,Ibu,emak,apapun sebutannya “.

Aku mengatakan ini saat kau terlelap tidur.Kulihat wajah yang sederhana,kulit yang mulai keriput,rambut helai demi helai yang terlihat mulai memutih.Suara desah tidurmu yang menggambarkan kelelahan ketika pagi,siang dan malam hari terlalu cape,mengurus rumah,menyiapkan makan,mencuci piring,baju-bajuku.dan tak sekalipun terdengar kau mengeluh akan hal itu.
Malam ini,aku seorang diri tak bisa memejamkan mata,aku menyelinap dalam kamarmu.
Lewat air mata ini,ketika aku sedang berada dikamarku tadi,beribu sesal yang terdalam telah menyapu pikiranku.Aku merasa bersalah yang membuat batinku sakit.Aku teringat akan hal-hal yang menjijikan yang tak seharusnya kulakukan.

Bu,:selama ini sikapku,aku bersikap kasar terhadapmu,suaraku yang selalu tak pernah lembut ketika berbicara denganmu,bentakan nada-nada yang selalu keluar dari mulutku,ketika kau tak menuruti apa mau ku.kau selalu salah dimataku,ketika kau memberikan sesuatu hadiah apapun itu hanya untuk membuatku senang.aku memakimu ketika kau lambat untuk melayani apa yang ku inginkan.Aku menggerutu dan melihatmu dengan tatapan sinis,ketika kau memberikan sedikit uang jajan sekolahku.
Saat sore hari,ketika pulang sekolah,aku juga berusaha menemukan kesalahaan didirimu.sampai depan rumah,dimana kau tersenyum menyambutku,senyummu kuanggap hanya sebagai pemanis pintu.aku selalu menganggap kau hanya menyuguhkan makanan yang biasa-biasa saja,yang membuatku bosan,dan tak mau menelannya bahkan aku slalu ingin memuntahkannya.Aku juga melemparkan tas,membuka seragamku dan meletakanya tidak pada tempatnya.Tanpa menghiraukanmu,kemudian aku berlari,bermain.kau tak melarangku,kau membiarkan aku menyenangkan diriku sendiri.

Ketika pagi kembali,saat aku berangkat sekolah,tak ada sapaan salam dariku.Aku berjalan ketepi jalan tanpa melihatmu lagi yang memandangiku dari belakang,aku tak mau membalas ucapanmu ketika kau berkata,” hati-hati nak dijalan “.rasanya aku tak sudi menjawab perkataanmu saat itu.Padahal aku tau kau tersenyum saat itu.Lalu,semua itu terulang pada hari-hari lainya.

Bu,: Aku menghinakanmu,memakimu,merendahkanmu seolah-olah kau bukan yang melahirkanku,tak jauh beda kau ku anggap seperti babu,mungkin lebih.!.tapi,tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutmu.kau hanya tersenyum manis bak mentari pagi.Aku tak pernah mau tau betapa kucuran keringat,aliran darah,saat kau melahirkanku.setelah sebelumnya,betapa berat perjuanganmu,membawaku dimana kau berada,merelakan perutmu untuk menampungku selama 9 bulan lamanya.

Apakah aku akan ingat nantinya.!ketika aku sedang bersekolah dan pada saat itu,sebuah kesalahan paling besar dan memalukan kulakukan,sehingga tak ada satu orangpun yang membelaku.aku yakin saat itu hanya Kau yang berdiri disamping pintu sekolah,kau terdiam dan memandangiku penuh kasih sayang.”Mau apa sih ibu,pura-pura perduli..!“.bentaku dalam pikir.
Kau hanya diam,Lalu kau berjalan menghampriku,kau memeluku.Saat itu kurasakan hangatnya kasih sayang,tangan halus sehalus sutra melingkari tubuhku.kau memeluku semakin erat,kau mencium keningku memberikan kehangatan yang luar biasa.tak pernah terlintas sebelumnya dalam pikiranku,kehangatan yang membuatku damai,kehangatan yang telah tuhan persiapkan untukku dihatimu,” Ibu “,dan tak akan ada yang bisa melemahkannya.siapapun itu.!

Dan seketika kau pergi dariku,bergegas meninggalkanku.

Nah,bu.Sesaat setelah semua itu berlalu.Air mataku terjatuh,dan rasa takut yang hinggap menerpaku.apa yang selama ini kulakukan,.?kebiasaan yang lebih dari bodoh,tolol atau mungkin aku lebih hina dari sekumpulan sampah.kebiasaan dalam mencaci,membentak,memarahi.Selalu ingin dilayani,diharuskan apa yang aku mau,selalu memerintahmu.menyuruhmu bagaikan seorang pelayan.

Dan betapa sebenarnya,banyak hal yang benar dan baik dalam dirimu.aku benar-benar bodoh.betapa pengorbanamu melebihi apapun,kasihmu benar-benar sapanjang waktu.aku pun tak pernah sadar ketika seorang guru disekolahku.
Pernah mengatakan,”surga ada dibawah telapak kaki ibu “.
Kau begitu mulia.tapi apa yang aku lakukan…?.
Hatimu begitu besar,sama besarnya dengan terpaan cahaya matahari yang menyinari alam jagat raya.selama ini telah kau tunjukan.tapi seakan aku buta dan tuli untuk merasakanya.kau selalu tersenyum,mendoakanku ketika aku hendak pergi,menciumku dan mengucapkan,”selamat tidur nak !“disaat aku hendak tertidur.

Bu,kini kegelapan dalam diriku sudah mulai terang oleh cahaya kasih sayangmu.dan aku berlutut dikakimu dengan rasa sesal dan rasa malu yang teramat dalam.Mungkin ini sebuah rasa tobat dan aku tau,kesalahan yang selama ini aku lakukan tak akan mudah untuk diampuni atau mungkin tidak bisa diampuni.Tuhan akan menghukumku.aku berdosa.aku sungguh berdosa.dosaku amat besar kepadamu.aku bersimpuh dihadapanmu.Dan esok hari jika kau terbangun dari tidur indahmu,aku akan menjadi anak yang sejati buatmu! aku akan berusaha tulus menyayangimu,menjadi sahabat karib buatmu,menjadi kebanggaanmu,menjadi harapan terindah buatmu.Aku akan ikut tertawa jika kau tertawa,aku akan ikut menderita jika kau menderita.Aku akan menggigit lidahku jika kata-kata kasar,kata-kata tak sabar,keluar dari mulutku.dan aku akan terus mengucapkan dan mengingat kata-kata ini,seolah-olah ini mantra buatku,” Kaulah ibuku,yang melahirkanku,aku harus lembut menyayangmu,mencintaimu sepenuh hatiku.seperti dia begitu kepadaku“.

” Aku sungguh takut kehilangan ibu !. “

Hanya sebuah Renungan,sebuah cerita yang mungkin sering terjadi,baik mengalami,melihat,mendengar.
Selayaknya dan kewajiban,bahwa haruslah kita menyayangi ibu.Selama ada waktu,sebelum tuhan memanggilnya dan memisahkannya dari kita.
Terlepas apapun kondisi,apapun masalah,apapun yang pernah terjadi,jangan sampai ibu kita dan kita Jauh.Bukankah kita sering mendengar,bahwa,” Surga ditelapak Kaki Ibu,dan Ridho ilahi ada pada Ridho ibu “.

Hanya untuk renungan diri pribadi.!