Aku tak ingin jalan ini buntu.
Aku tak ingin kisah ini usai.
Aku ingin terus berjalan hingga kaki ini lelah.
Aku ingin kisah ini terus bercerita hingga tak ada kata selesai.

Tapiii..Apalah daya,aku tersungkur dalam semak-semak nan pengap,
terjebak disela-sela tembok besar yang tak mudah aku rubuhkan.
Hingga dengan rasa lelah,dan kucuran air yang melewati celah-celah tubuh.
Aku harus terhenti,Kosong,diam dan lemah,seketika saat itu pula otakku berbicara, pilihan terbaik adalah,“ aku harus memutar haluan kembali kearah lain untuk mencari jalan yang panjang tanpa ada kebuntuan,dan berawal dari titik nol “.Kisah ini hanyalah sebuah alunan langkah,langkah yang teramat berat namun aku harus,harus,dan harus terus bergerak.Dari mata kaki ini,aku ingin bercerita,berbicara,meski tak seindah romansa para pujangga,dan tak semerdu lagu para dawai asmara.
Aku ingin kisah ini tetap ada hingga kakiku tak bermata.