Jika memang sudah tak sanggup untuk berkata.
Jika kalimat sudah semu tak berberguna.
Hanya satu kata untuk wakilnya,”Biarlah “.
Mereka lebih pandai dalam mengerti.
Mereka lebih tahu baik buruknya sesuatu.
Sudah muak rasa ini,Sudah bosan dengan itu…..
Tak ada guna mulut ini berucap,meski nada berteriak.
Karena mereka akan terus tersenyum tanpa lelah.tanpa rasa salah.


Mencoba tak berandai apalagi berharap .
mereka tak akan melihat apalagi mendengar.
Mereka terlalu sibuk dengan nikmatnya kenyamanan.
Hingga dalam pikirnya tak terlintas bahwa,disana sini ada banyak manusia menangis meratapi dirinya yang Lemah,terkapar tanpa sehelai kain ditubuh,bukan mati…!melainkan telanjang karena rakusnya keserakahan.
Lalu meringis dalam perut yang kosong,seketika menggigil karena tak ada bilik yang menghangatkan ketika angin malam datang.
Mereka pintar tapi tak peduli meski punya hati.
mereka bukan tak tahu,tapi tak mau tahu.
Lihat ,tersenyum,dan bersorak saja lah, karena mereka hanya bisa berkoar dalam kepura-puraan.Selalu Bercibaku dalam pertarungan,entah apa yang mereka perebutkan.saling serang,saling dendam,sehingga mereka lupa mengajarkan tentang kedewasaan.

Tak akan ada lagi pinta dari sini,untuk memaksa yang disana.Tangan ini sudah terlipat rapat dalam dada ,tak kan lagi terbuka meski untuk sehelai kain,sepotong kue,dan sebentuk logam receh sekalipun.
Disini hanya Berusaha berjalan sendiri tanpa memikirkan tingkah laga disana.
Sekali lagi Biarlah,lepas,lihat dan tertawakan saja.