Putrasubuh
Semerbak sewangi bunga-bunga, Menyelimuti embun yang turun semalam atau entah tadi sebelum subuh tiba waktunya. Rasaku ingin bercerita pada kawan, tapi ia sibuk dengan perjalanan kaki yg telah digariskan sang Pencipta. Banyak Kisah yang tertunda, dimana aku terdiam manahan amarah tanpa ada alasan kenapa hal itu terjadi dan muncul disaat ketenangan yang kuharapakan datang.
Bisikkan daun kering mengiringi pagi beranjak menanjak. Tatapku kosong kehulu suangi nan jernih, ya dulu jernih sebelum orang-orang mengusiknya dengan tumpukan jerami basah, plastik-plastik rusak yang menumbuh seperti gunung. Ini hanya sebuah kata,tanpa makna tak ada Guna.